di dalam sana sendiri
Tuhan, biarkanlah awan-awan menjadi tameng menutupi kedukaan hati yang hancur di dalam tanah kering terbanjiri hujan yang membuatnya subur Biarkan burung berkicau meramaikan kesenduan tanah ini kala aku di dalamnya menjadi satu bersama pengurai tubuh Kesementaraan raga tidak selamanya berharga kadang ia indah namun tidak lagi jika sudah tidak ada asa dan bernyawa