Posts

Showing posts from 2020

selamat jalan

Mati itu sederhana Sekejap tenang Dia pun hilang Padahal tadi tersenyum merona Tepat satu jam Sebelum aku terbangun Aku terus termenung Tak bisa mata ini terpejam Kusenang pelukan Hangatnya dia, Teguran manisnya  Pun tak bisa kulupakan Marahpun, ia tetap manis Menegur dan menghukum tegas Namun aku tahu jelas Bahwa di hatinya, ia menangis Sedu seda ku  Dia peluk sabar Tawa girangku Dia dengar Ma, sesederhana itulah hidup  Meskipun bayangmu mulai redup Namun hati tetaplah ingatmu dan setia Ku akan ingat 'tuk tetap bahagia Terima kasih, mama Semarang, Rut Novyanti

Debu

Asa ku lenyap Ditelan senyap Tangisku kejar Aku lemas terkapar Apalah aku bagimu Ada pun bukan maumu Sedihku bukan milikmu Bahagiamu buatku pilu Siapa aku ini Layakkah meminta belas kasih Dari mu, yang bukan apa apamu Ingatkah kamu bilamana kita bertemu Lemah aku Hancur aku Saat asa tak ada lagi  Nafasku pun nyata terhenti

an old new me

Sudah bertahun-tahun blog ini sepi dengan cuapan dan kicauan bahagia, gelisah dan kelamnya hidup penulis. Terlalu banyak hal terjadi, sehingga sulit tuk meluangkan waktu untuk menuangkan butiran dan luapan rasa itu.  Namun, hati ini menjadi berat lagi, karena penulis sudah lama tak bersua dengan angin semilir dan percikan air yang tenang tanpa gangguan dan panggilan yang menyita perhatian. Hidup itu pelik. Pelik yang tak dapat berhenti hanya dengan menangis dan menggerutu.  Hal-hal di atas adalah kesungguhan hati penulis untuk kembali menghidupi kebiasaan baik ini. Kebiasaan yang telah lama mati, namun ingin dipupuki dan disirami lagi. Dengan cinta dan keseimbangan waktu, demi mengembalikan kelegaan dan kewarasan penulis.  Menurut penulis, seorang ibu haruslah menjadi seorang yang paling kreatif dalam mengatur semuanya. Keletihan diganti dengan kepulihan. Kepahitan diganti dengan kesukacitaan. Trauma diganti dengan tekad optimis.  Mari menulis, Penulis