Posts

Showing posts from 2018

Kelak

Tekad tuk langkahkan kaki Nekad ketukkan pintu Membuka halaman baru Yang membuatku nampak lagi Hidup tak lagi sama Apapun terlihat sulit Yang ada sekarang telah lama Tiada, akibat tertelan oleh bumi Melihat betapa hancurnya Sebuah batu besar nan tajam Seperti itulah hatiku nampakmya Dikoyak dan dirajam Ragaku tak sampai mati Hatiku tak sampai hilang Semua terasa titik-titik Keletihan dan pedihnya lara hati Nampaknya kematian merupakan Pintu terbaik, yang menjadi tujuan Untuk menapaki perjalanan Selanjutnya, tanpa lagi tertekan Daun, mengapakah kau cepat jatuh- Dari ranting yang dahulu Kau bilang kasih, kau kata cinta? Mengapakah ranting rela melepaskan? Jangan kau bilang takdir Pula kau bilang itu harus Semuanya hanyalah sesaat takbir Yang berkumandang dengan lembut, halus Ditelinga ini, ingin sekali Aku mendengar, bisikkan Oleh lembutnya angin, sepoi nan pasti Dengan semilirnya, daun terhempaskan Lalu jatuh.. Tersapu.. Dan menjauh.. Hilang la...

Aku dan batu

Jikalau ia Tidak pernah membalas Menerima apapun Terjadi padanya Teriknya matahari Nan indah, tapi baginya itu sudah biasa Meluapnya air Karena hujan deras Dan gerimis menetes Itupun ia bahagia Ia tak mengeluh.. Dia diam, biarpun Dirinya terkikis habis Memasir.. menghilang.. Biarlah aku menjadi sepertinya Diam walau dimaki, Tersenyum saat dipuji Dan hilang saat waktunya.. dengan senyum tanpa diketahui Kemana aku pergi Dan menjadi apa aku Setelah aku mati .. It never argues About anything The hottest sunshine It is a friend of it It remains silent The flood coming To the city, it remains the same