Morning Blessing

seperti fajar
yang menarik pulang bulan bintang
lalu mendorong matahari memainkan pagi,
yang mengganti papan kegelapan dengan cahaya,
yang mengagetkan ayam – ayam ‘tuk berkokok,
yang membangunkanku

kantuk terasa bergegas keluar dari trek mimpi malam,
kelopak berusaha menggeser jendela mata,
bibir sudah menarik garisan senyum menyabut hari baru,
rongga hidung yang siap menghirup nafas panjang,
tangan dan kaki yang sudah tak sabar beranjak,
dengan otak yang masih melamun dalam nyenyaknya malam,

terpogoh membuka tirai
yang menyembunyikan lambaian lemah pohon,
seakan ia berkata, “hai, selamat pagi..”
senyum yang ku lepaskan sambil membalas salamnya
melihat burung bernyanyi sedu sedang,
kuutaskan rambut, bersihkan diri, torehkan setitik riasan

Tuhan, kubersyukur akan hidup penuh anugerah ini,
Apapun di sekitarku adalah sebuah pernyataan
dan torehan nyata kalau Kau ada,
semuanya tersenyum menyambut hari kami,
apalagi di dalam singgasana – Mu yang suci,
kami manusia, buatan tanah liat yang hanya hidup untuk Tuhan

Comments

Popular posts from this blog

Children Know

"tjinta"