perahu kertas putih
dengan kepercayaan setipis, sebersih kertas putih kubiarkan dirimu merangkaikan kasih dan setetes embun yang membuatku ingin terus menimbun cinta dan rindu berjalannya waktu kau bawaku semakin jauh ke air yang dalam dengan hati yang kelam kuturut katamu, kudengar maumu, tersadarlah aku bahwa aku ini hanyalah perahu kertas yang kau nodai, rangkai, melemah karena terbawa kerasnya air, ku menangis tak berdaya hancur, tak lagi utuh, mengalir hilang sampai ke hilir