Ketika melihat dia yang terbujur Kaku tak berkata Tak bergerak Tak bernafas Kenangan manis Ya, semanis dulu Pahit sekarang Inilah hidup Sejagat kerabat baik Menangis, merindukan kenangan lalu Menyesalkan kepergian Apa daya Apa kuat Apa kuasa Apa akan diucap Sekarang, mereka menangisiku, Tuhan Aku melihat, menangis aku Hatiku teriris-iris Mengapa aku? Hidupku masih kotor, Tuhan Tangan ku masih najis Pikiran ku masih menjijikan Mulutku masih sumpah serapah Aku ingin kembali Tuhan Aku ingin hidup lagi Aku ingin bernafas lagi Aku ingin memulai hidup baru Aku belum ingin ditangisi Aku belum siap Tuhan Aku tak ingin Ayahku meratapiku dan Ibuku menyesaliku Tak bisa kucoba lagi Tak bisa lagi aku kembali Menunggu ketakutan Tuhan akan bertitah pada Gabriel Menangis aku Gemetar aku, kutahu dosaku Tak ku bertobat dahulu Apakah upahku kelak Selamanya Bahagia... Atau ketakutan melihat gertak gigi Menangis selamanya, menangis kekal